Para Lansia, turut ambil bagian dalam program pendalaman agama di Pesantren Husnul Khotimah Solo. (Foto Istimewa)

Solo, IH.id – Jika mendengar pesantren tentu akan terpikir sebuah tempat untuk menempa para generasi penerus muslim yang dididik secara khusus dalam mengembangkan Agama Islam ke depannya. Ada yang berbeda pada pesantren yang satu ini, jika melihat ke dalam kita akan melihat para lansia yang sedang memperdalam ilmu keagamaan mereka yang diyakini demi memperbaiki kualitas ibadah di hari tua.

Seluruh kaum muslimin pasti menginginkan di akhir penghujung kehidupannya kelak bisa meraih kematian yang baik atau meninggal dalam kondisi terbaik yang dalam bahasa agamanya disebut dengan Husnul Khotimah. Bukanlah hal tidak mungkin, jika ada kemauan apapun bisa diraih terlebih jika Allah SWT mengizinkan dan meridhoi.

Rambut memutih, kulit keriput ditambah kemampuan jasmani yang mulai memudar menjadi isyarat ajal mendekat. Dalam tata bahasa lanjut usia (lansia) menjadi sebuah isyarat agar diri harus memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki keshalihan pribadi untuk bekal terbaik saat kematian datang menjemput. Ini yang dilakukan Pesantren Husnul Khotimah di Solo, tepatnya di desa Ngemplak, Karangpandan- Karang Anyar, Jawa Tengah berdiri, diisi santri lansia.

Didirikan oleh H Slamet Rahardjo yang merupakan seorang pengusaha furniture dan hotel di Kota Solo, Pesantren Husnul Khotimah sengaja memiliki keunikan dikhususkan dan di dedikasikan untuk membantu para orang tua dalam mempelajari agama Islam yang mungkin di masa mudanya dulu belum bisa maksimal belajar agama dengan segala keterbatasannya.

Yang menarik dari pesantren ini adalah waktu belajarnya yang terdiri dari beberapa pilihan waktu. Untuk program kelas Cahaya Senja dibuat untuk mereka para orang tua yang belum bisa mengaji (baca) Quran dan mempelajari ibadah sholat.

Selanjutnya ada pula kelas Senja Bahagia yang merupakan kelanjutan dari kelas Cahaya Senja. Materinya adalah yang sudah bisa baca Quran dan ingin mendalami dan belajar sholat khusyu. Terakhir ada pula kelas Senja Mulia yang memang khusus belajar Islam dengan semua rukun rukun dan kewajiban yang ada di dalamnya, termasuk amalan sunah yang bisa dilakukan.

Waktu belajarnya pun bisa disesuaikan dengan waktu para santrinya. Bisa pula mengikuti jadwal yang dibuat oleh pihak pesantren, antara lain pesantren weekend (Sabtu-Ahad), ada juga program tiga hari dua malam. Serta yang lebih khusus adalah program kelas Riyadhoh dengan amalan 40 waktu menjalankan kewajiban sholat selama delapan hari belajar di pesantren.

Hadirnya Pesantren Husnul Khotimah menjadi hal tidak ada lagi alasan bagi para orang tua yang tidak bisa belajar agama karena keterbatasan waktu dan alasan malu karena sudah tua. Sehingga para orang tua siap menyambut akhir kehidupan nya di dunia dengan harapan Husnul Khotimah sesuai dengan niat dan nama pesantren ini dibuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here